Perkenalkan Daun Ungu, Tanaman Perdu Berkhasiat Obat Dari Papua.

Halo sahabat tanam. Apa kabar? Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan baik.

Sahabat tanaman.com tahukah kalian di tanah subur Indonesia terdapat salah satu jenis tumbuhan perdu yang bernama Daun Ungu. Persis seperti namanya, tanaman yang diyakini berasal dari daratan Papua ini memiliki rupa daun berwarna ungu sedikit kehijauan bebrapa tanaman daun ungu bahkan ditemukan berwarna  ungu gelap dan terang.

Daun ungu pemiliki nama binomial Graptophyllum pictum ini lebih dikenal oleh masyarakat lokal jawa dengan sebutan wungu atau daun wungu, sedangkan penduduk daerah sunda menyebutnya sebagai handeuleum. Meskipun diyakini berasal dari tanah Papua dan Polinesia, daun ungu dapat ditemukan dengan mudah diseluruh penjuru nusantara.

Pemerian struktur tanaman daun ungu

Seperti halnya jenis tumbuhan perdu lain, tanaman daun ungu tumbuh dengan ketinggian yang tidak lebih dari 5 meter. Batangnya memiliki struktur kayu yang kokoh menopang seluruh tubuh tanaman. Selain berkayu batang daun ungu juga memiliki ruas yang terbilang cukup banyak, dengan permukaan batang meramping, mengkilap dan sangat halus berwarna ungu gelap kehijauan.

Struktur daun ungu sendiri pada dasarnya mirip-mirip dengan rupa daun kebanyakan, berdaun majemuk  dengan tangkai yang pendek, bentuk daun yang membulat sedikit lonjong agak lebar menyerupai telur serta pertulangan menyirip teratur berwarna ungu gelap. Permukaan daun ungu terlihat halus juga licin. Yang membuat daun ungu menonjol dari umumnya dedaunan lain adalah kerena warna ungunya nampak berbeda dari daun-daun hijau kebanyakan.

Tanaman daun ungu termasuk tumbuhan yang banyak daunnya, biasanya daun ungu yang tumbuh dengan subur dapat memenuhi setiap ruang pada batang sehingga menjadikan tanaman perdu ini meski terlihat tak terlalu tinggi namun cukup rimbun dan kerap dijadikan tanaman hias penutup tanah.

Sedangkan untuk pemerian bunganya, bunga daun ungu memiliki penampakan yang cukup unik. Pasalnya rupa bunganya membentuk bulatan lonjong dengan tandanan berwarna serasi yaitu ungu. Ukurannya sedang sepanjang kurang lebih 10 centimeter yang muncul di ujung-ujung batang.

Pelestarian daun ungu

Pelestarian dan penyebaran daun ungu terbilang gampang-gampang susah. Karena spesies flora ini berasal dari tanah Papua Nugini dan Polinesia, tumbuhan bedaun ungu ini mampu tumbuh di seluruh wilayah dataran rendah hingga wilayah berketinggian hingga 1200 meter diatas permukaan laut. Daun ungu juga menyukai wilayah yang banyak terpapar sinar matahari dengan kondisi lembap dan hangat.

Tanaman daun ungu sendiri disebarkan secara luas ke banyak negara asia tenggara seperti di Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand.

Karena perbedaan warnanya yang begitu unik, menjadikan daun ungu sebagai tumbuhan hias populer yang sering berfungsi sebagai pagar hidup atau variasi koleksi taman.

Pemanfaatan

Namun ada hal menarik yang akan kita bahas mengenai pemanfaatn daun ungu tersebut. Faktanya, walaupun merupakan tanaman hias yang tidak kalah mempesona dengan tanaman lain ada rahasia luar biasa di balik warna menawan sang handeuleum.

Di Bumi Pertiwi khususnya wungu tidak cukup betugas sebagai penyegar pandangan. Warga lokal menggunakan pemanfaatkan handeuleum untuk mengobati berbagai macam penyakit, baik berupa penyakit  luar hingga penyakit dalam yang bersifat mengganggu kesehatan

Kandungan kimia handeuleum

Menjadi salah satu jenis tanaman obat tentulah tidak terlepas dari kandungan senyawa kimia yang tersimpan apik didalam setiap helaian daun ungu. Daun ungu atau handeuleum menyimpan banyak sekali senyawa kimia yang terbentuk dari beragam zat dan nutrien diantaranya berupa flavonoid, terpenoid, alkaloid, saponin, tanin, steroid, glikosida, asam kafeat, asam vanilat, asam ferulat, serat, dan karbohidrat alami.

Dari sekian banyak unsur senyawa kimia dan nutrisi yang dikandung oleh daun ungu diatas, tentu semakin meyakinkan kita bahwa flora endemik tanah Papua ini memiliki khasiat yang sangat dahsyat dibalik tampilan ungu memukaunya.

Hebat bukan, mari simak masalah-masalah kesehatan apa saja yang dapat ditangani oleh daun ungu atau handeuleum  dibawah ini.

  • Handeuleum untuk mengobati penyakit wasir

Daun ungu atau handeuleum sudah dikenal sejak dahulu sebagai herba alami yang sangat ampuh dalam mengatasi masalah wasir atau lebih dikenal dengan penyakit ambeien. Wasir atau ambeien sendiri adalah kondisi dimana terjadinya pembengkakan akibat pembuluh darah yang berada disekitar lubang pembuangan atau anus membesar dari ukuran normal, karena tekanan atas pembuluh darah tersebut.

Kondisi diatas memanglah bukan penyakit serius, namun dalam kasus terburuk penderita penyakit wasir dapat menyebabkan pendarahan ketika buang air besar. Mengingat wilayah timbulnya wasir tersebut umumnya berada di dalam lubang anus. Rasa nyeri yang tak tertahankan juga akan mengganggu aktifitas sehari-hari. Karena itulah harus adanya penanganan yang tepat agar penyakit memalukan itu tidak kembali lagi.

Daun ungu yang kaya serat dan senyawa kimia bersifat anti peradangan. Mampu secara efektif menekan pembengkakan yang terjadi pada pembuluh darah serta memperbaiki kondisi jaringan anus yang rusak akibat ambeien.

Untuk mendapatkan khasiat dari handeuleum ini pun tidak sulit, anda dapat dengan mudah menemukan ekstrak handeuleum atau dan ungu yang sudah dikemas didalam kapsul dan dijual bebas di apotek-apotek terdekat.

  • Melancarkan haid

Kandungan antioksidan tinggi pada daun ungu yang terbentuk dari flavonoid, saponin dan tanin, dapat anda manfaatkan untuk melancarkan haid yang terkadang tidak teratur.

Konsumsilah ektrak daun ungu secara teratur hingga jadwal menstruasi yang diharapkan dapat terpenuhi.

Daun ungu juga memiliki efek anti-nyeri yang dapat memberikan stimulasi pada organ tubuh anda sehingga terhindar dari peradangan dan rasa nyeri.

  • Berperan maksimal sebagai obat luar untuk memar, luka, bisul dan borok

Di Papua tanaman berwarna keunguan ini dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat lokal untuk mengatasi berbagai penyakit luar seperti mengobati memar di kulit akibat terbentur, luka, hingga bisul dan borok.

Caranyapun terbilang mudah. Anda cukup melumatkan daun ungu segar yang diberi sedikit minyak kelapa, kemudian oleskan pada daerah luar tubuh yang bermasalah.

  • Mengontrol kadar gula dalam darah

Lalu pemanfaatan handeuleum dalam mengontrol kadar gula dalam darah sudah dibuktikan melalui penelitian para ahli, yang menyatakan bahwa kandungan senyawa pada daun ungu memberikan dampak anti-diabetik. Hal tersebut jelas memberikan nilai tambah kepada flora indah ini.

Kandungan saponin, tanin dan bermacam jenis asam fenolat yang terekstrak pada setiap helaian daun ungu bersifat bioaktif dalam menekan kadar gula dalam darah, sehingga dapat membantu hormon insulin bekerja optimal dalam memecah glukosa menjadi energi.

Konsumsi atas daun ungu juga terus diteliti apakah akan memiliki efek samping jangka panjang nantinya. Dan hasil analisi fitokimia handeleum menyatakan efek samping yang mungkin saja dapat dirasakan karena konsumsi berlebihan hanya sebesar 5%. Efek samping ringannya mencakup sakit kepala, tenggorokan kering dan sakit perut.

Tertarik menggunakan daun ungu sebagai alternatif pengobatan herbal anda. Tapi ingat, jangan berlebihan dalam mengkonsumsi segala macam herba apa pun itu. Karena meski terlihat sepele, tetap ada efek samping yang mengintai dibalik khasiat dan manfaatnya herba yang sangat luar biasa.

Komentar